SIDEMEN – Dalam rangka melestarikan seni, bahasa, dan sastra daerah di tengah arus modernisasi, SMA Negeri 1 Sidemen kembali ikut serta memeriahkan kegiatan Bulan Bahasa Bali ke-8 tahun 2026 dengan penuh antusias.
Pada perayaan tahun ini, SMA Negeri 1 Sidemen mengusung tema "Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa". Tema ini mengandung makna mendalam mengenai penyucian jiwa dan pemuliaan jati diri melalui keindahan bahasa dan sastra Bali sebagai taman (udiana) yang menyejukkan rohani.
Penyelenggaraan berbagai perlombaan dalam rangka Bulan Bahasa Bali VIII diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMA Negeri 1 Sidemen, yang didukung oleh guru dan staff kependidikan. Seluruh kegiatan dipusatkan di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Sidemen.
SMA Negeri 1 Sidemen melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa Bali selama 2 hari, tepatnya pada tanggal 27 dan 28 Februari 2026, selaras dengan momentum perayaan Bulan Bahasa Bali di tingkat Provinsi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap bahasa, aksara, dan sastra Bali, serta memaknai tema “Atma Kerthi” sebagai upaya penyucian jiwa melalui keindahan karya seni dan literasi.
Perayaan Bulan Bahasa Bali ini dimeriahkan dengan enam cabang lomba utama yang memadukan tradisi klasik dengan tren masa kini. Adapun lomba-lomba yang diadakan meliputi:
• Nyurat Lontar: Mengasah ketelatenan siswa dalam menulis aksara Bali di atas daun tal.
• Baligrafi: Memadukan seni rupa dengan huruf visual aksara Bali.
• Puisi Bali: Mengekspresikan rasa melalui untaian kata-kata puitis berbahasa Bali.
• MC Berbahasa Bali: Melatih keterampilan berbicara publik (public speaking) dengan tata bahasa Sor Singgih yang tepat.
• Karaoke Pop Bali: Wadah apresiasi seni suara melalui lagu-lagu populer berbahasa daerah.
• Konten Berbahasa Bali: Inovasi lomba berbasis digital di mana siswa membuat video kreatif untuk mempromosikan bahasa Bali di media sosial
Kepala SMA Negeri 1 Sidemen menyatakan bahwa pemilihan tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa” sangat relevan bagi dunia pendidikan. Tema ini memiliki makna permuliaan jiwa melalui “taman” pengetahuan. Dengan mempelajari bahasa dan sastra, siswa diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesucian batin dan karakter yang kuat sesuai nilai-nilai kearifan lokal.
“Kami ingin siswa tidak hanya melihat bahasa Bali sebagai mata pelajaran, tetapi juga sebagai identitas diri. Dengan lomba konten digital hingga nyurat lontar, kami menjembatani tradisi dengan modernisasi,” ujar perwakilan panitia pelaksana.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan apresiasi bagi para pemenang lomba sebagai motivasi agar mereka dapat mengembangkan dan melestarikan budaya Bali di masa depan. SMA Negeri 1 Sidemen membuktikan bahwa di tengah arus globalisasi, akar budaya Bali tetap tumbuh kokoh dihati generasi milenial dan Gen Z.
Ditulis Oleh: Ni Putu Diana Sari
Link Dokumentasi Kegiatan : https://drive.google.com/drive/folders/1l-M7bHv5_oHh_n6ds8f6PAHlu09QZF_D?usp=drive_link